Tentang Air Laut & Garam


Sebuah kata sederhana Tentang Air Laut & Garam, lalu apa hubungannya dengan artikel ini? , sempat iseng iseng mengetikkan sebuah kata dan menemukan sebuah keywords yang saya kira ini merupakan pelajharan sekolah yaitu “Kenapa Air Laut Asin” , dan lalu kenapa? saya mencoba menelusuri berbagai blog dan juga sebuah stus tanya jawab , menelaah satu per satu , ternyata ada kesamaan dan juga banyak juga perbedaan, dan disinilah saya mencoba rangkum hal tersebut menjadi sedikit lebih panjang, yuk monggo di simak.

1. Menurut cerita masa kecil saya dan sekedar dongen :

laut

image source : wikipedia

Kenapa sih air laut itu rasanya asin? , bapak ibu serta saudara saya dulu sempat membalas  dengan jawaban, Laut itu asin karena keringat atau hasil dari rontoknya sisik ikan serta hasil dari remuknya / hancurnya bangkai ikan yang sudah lenyap termakan oleh kerasnya air laut. Kalau saat itu sih saya percaya percaya saja, akan tetapi kemungkinan besar masuk akal :D

2. Sejarah yang terangkum dari Wikipedia dan Sumber yang lainnya :

Berawal dari sebuah logika , Bumi atau dataran yang terlihat di bumi  3/4 adalah merupakan Air , dan sebagian besar di bumi ini adalah di dominasi oleh Lautan yang memisahkan benua serta pulau pulau kecil yang ada di planet kita tercinta ini, Langsung kita kutip sejarah lautan menurut sumber Wikipedia .

Laut, menurut sejarahnya, terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, dimana awalnya bersifat atau mempunyai kandungan dan rasa yang sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100 °C) karena pengaruh panasnya bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer Bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan dan menyebabkan laut menjadi asin seperti sekarang ini. Pada saat itu, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam Bumi. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu juga bertipe mamut atau tinggi/besar sekali tingginya karena jarak Bulan yang begitu dekat dengan Bumi.

Awal mula Laut

Menurut para ahli, awal mula Thorik terdiri dari berbagai versi; salah satu versi yang cukup terkenal adalah bahwa pada saat itu Bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer Lahor pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar Matahari untuk masuk ke Bumi. Akibatnya, uap Lahar di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di Bumi hingga terbentuklah Laut.

Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar Matahari dapat kembali masuk menyinari Bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di Bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di Bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin.

Pada 3,8 milyar tahun yang lalu, planet Bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saat itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi.

Kehidupan di Bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean). Namun demikian teori ini masih merupakan perdebatan hingga saat ini.

Pada hasil penemuan geologis pada tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut. Hal ini mungkin menjawab pertanyaan tentang saat-saat awal kehidupan dan di bagian lautan yang mana terjadi awal kehidupan tersebut. Sedangkan kelautan itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari berbagai biota atau makhluk hidup di laut yang perlu dimanfaatkan melalui usaha perikanan dan kelautan.

Sumber : Wikipedia.

Inti dari kenapa air laut itu Asin rasanya?

Air laut yang asin itu dikarenakan berbagai alasan dan pengaruh pengaruh lain, air laut asin dikarenakan pengaruh dari bahan bahan atau komponen yang ada di dalam lautan, diantaranya adalah tanah , hewan , bebatuan, tumbuhan serta kandungan mineral yang secara alami terbentuk secara bertahun tahun oleh keadaan dan peranan Laut tersebut.

Akan tetapi sebenarnya Air Laut bukanlah 100% asin , ada juga yang namanya Air Laut Tawar , atau sering disebut “AIR PAYAU”  , air laut yang asin tersebut merupakan campuran air murni serta larutan atau pengaruh dari Bebatuan serta mineral yang mengandung Garam, dan serta hasil dari percampuran hancurnya bangkai hewan laut yang ada, tumbuhan dan tanah.

Matahari kan membuat air laut menguap, jadi garam nya juga ikut menguap donk? jawabannya adalah tidak, Panasnya terik matahari hanya akan menguapkan sebuah cairan tidak lebih yaitu unsur kimia H2O , yang intinya terik dan panasnya matahari hanya menguapkan cairannya ( air ) saja, akan tetapi Unsur garam dan mineral lainnya tetap berada di lautan, yang lama kelamaan lautan semakin menjadi asin dan asin lagi tergantung dari keadaan lautan dan sekitar daerah tersebut. Terik panasnya matahari itu menguapkan air ( laut ) sehingga menjadi gumpalan (kumpulan ) awan yang berada di langit, dan pada sebuah siklus awan negatif yang bertemu dengan awan positif (entah apa itu namanya saya lupa ) akan  menciptakan sebuah aliran listrik berdaya Ultra tinggi yang disebut petir dan suara yang ditimbulkan sangat menggelegar menandakan akan terjadinya hujan, hujan terbut dikarenakan Uap air yang berada di awan ( langit ) sudah menumpuk dan karena pengaruh cuaca atau keadaan langit serta angin, terjadilah sebuah hujan dan hujan tersebutlah yang membasahi bumi, dan menyuburkan tanah dan mengisi cekungan dan lengkungan tanah bahkan dapat menjadikan sebuah daerah yang kering menjadi subur. Dan banyak pula yang berpendapat jikalau air laut itu tidak asin, maka bumi ini akan berbau Busuk seperti bangkai atau setidaknya berbau seperti halnya barang tambang atau bisa kita ambil contoh saja ” OLI MESIN YANG SUDAH HITAM TERBAKAR” bagaimana baunya? menyengat bukan?

Nah air laut asin itu dikarenakan : ” Percampuran antara Air murni dan bahan – bahan yang terdapat pada lautan mineral ( unsur kimia ) , tanah, serta makhluk hidup yang ada menjadikan air Laut terasa Asin “

Lalu apa hubungannya saya menulis garam di judul? saya hanya iseng saja serta ingin menjelaskan sedikit, bagaimana sih garam itu diproduksi?

Garam tidak diproduksi akan tetapi garam itu di panen / ditambang ( seperti itulah ) , sebutan orang yang bekerja sebagai pemanen garam adalah PETANI GARAM, bisa banyak dijumpai di indonesia yang paling besar adalah di pulau Madura ( daerah jawa timura bagian uatara timur ). Di pulau madura atau bahkan di daerah surabaya pesisir lautan, banyak pengusaha Garam dan petani Garam, dikarenakan di daerah tersebut kadar garamnya sangat tinggi. Dan lalau bagaimana cara membentuk garam? garam itu tidak dibentuk akan tetapi meruoakan endapan atau secara tepatnya adalah kristalisasi yang terbentuk oleh air laut. Dan untuk memunculkan Kristal garam tersebut dengan menguapkan air laut menggunakan media Panas teriknya matahari, seperti penjelasan diatas , panas teriknya matahari hanya akan menguapkan AIR saja dan kandungan lainnya seprti mineral dan garam tidak akan ikut menguap , so? Garam akan tertinggal di daratan :D

 

Nah semoga artikel yang panjang kali lebar kali persegi kotak bunder segitiga ini bisa menjadi sebuah bacaan yang membosankan sembari minum aki :D

Salam sukses buat sahabat :)

Author : awan
Junior Web Developer , Web Designer & Web Server Management. Mempunyai hobi otak atik server dan browsing di google[dot]com. Eksplorasi menjadi sebuah pilihan dalam menimba ilmu : www.nawa.me..