Minify Website Secara Manual


minify output htmlMinify sebuah kata yang sering disebut sebut oleh berbagai kalangan blogger, dimana minify adalah meringkaskan atau membuat sebuah konten website menjadi lebih ringan karena ukurannya akan berkurang. Atau istilah saya menghapus beberapa whitespace atau konten yang tidak diperlukan sehingga ukuran output website ke visitor akan dimuat lebih cepat.

Sedikit bingung?

sedikit saya berikan contoh , sebuah website mempunyai struktur

 

 

 

 

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta name=”description” content=”ini deskripsinya”/>
<style type=”text/css”>
body{}
#content {}
#footer{}
</head>
<body>
<div id=”content”>
ini konten website saya halo 🙂
</div><div id=”footer”>
</div>
</body>

diatas adalah sebuah source code standard , akan tetapi apabila di minify maka akan menjadi:

 

<!DOCTYPE html><html><head><meta name="description" content="ini deskripsinya"/><style type="text/css">body{}#content {}#footer{}</head><body><div id="content">     ini konten website saya halo :)     </div><div id="footer"></div></body>

 


Tentunya kalau whitespace yang ada tersebut dihilangkan maka secara otomatis ukuran output html dari regenerate CMS atau website akan berkurang. Dan minify tidak akan menghapus sebuah spasi, yang dihapus contohnya adalah :
tab dan perintah Enter , dimana pada Source code command tersebut tidak akan diindahkan sebagai Script tag HTML, command tab atau enter hanya akan memberikan kesan rapi pada source code saja.

berikut cara minify Website sahabat, terutama yang menggunakan WordPress,

Taruh script berikut sebelum code <!DOCTYPE html> atau paling atas sebelum kode dimulai :

 

<?php
/*Mulai minify output*/
function outputmin($buffer)
{
    $cari = array(
        '/\>[^\S ]+/s', /*strip whitespaces setelah tag, kecuali spasi*/
        '/[^\S ]+\</s', /*strip whitespace sebelum tag, kecuali spasi*/
        '/(\s)+/s'  /* memperpendek multiple whitespace */
        );
    $timpa = array(
        '>',
        '<',
        '\\1'
        );
    $buffer = preg_replace($cari, $timpa, $buffer);

    return $buffer;
}

ob_start("outputmin");
?>

Dan taruh code berikut dibagian akhir paling bawah Script sahabat.

<?php
ob_end_flush();
?>

 

Pada WordPress ,  caranya hanya menambahkan code pertama pada header.php code dimulau , atau taruh di bagian atas sendiri , dan kode kedua taruh di footer.php bagian paling bawah sendiri atau akhir dari script , di Theme wordPress sahabat.

Dengan catatan cara ini hanya berhasil untuk scipt yang berbasis PHP LANGUAGE, dan hanya bekerja untuk inline script saja, ..

sedikit tips untuk sahabat, mungkin sahabat sering menjumpai php comment ( mungkin sudah paham juga 😛 ) atau comment javascript , yang antara lain menggunakan :

// ini comment

atau

/* comment */

nah saya menyarankan hindari tag comment dengan menggunakan  //  , lebih baik menggunakan tag /* isi comment */   disini adalah untuk menghindari rancunya script sahabat apabila menggunakan tag   // dan dengan menggunakan tag comment ini kalau sahabat menempatkan script yang seharusnya bekerja pada baris yang sama dibelakang / sebelah kanannya tag comment , wal hasil skrip tidak akan bekerja alais yang ada dibelakang comment akan ikut dihitung sebagai konten comment (php / javascript etc. ).

Dan apabila ada comment tag pada website sahabat ( javascript ) yang terdapat comment tag // coba ubah menjadi /* */ , atau hapus saja 🙂

Sukses sahabat